Sebagaimana dijelaskan para ulama, iman naik karena ketaatan dan iman turun karena kemaksiatan.
Keimanan seseorang senantiasa naik turun. Saat iman naik, kita akan merasakan betapa lezatnya iman itu. Hidup terasa tenang, dada lapang, mata terasa sejuk, pikiran jernih, kata-kata manis, penuh tawakal, ibadah terasa ringan dan nikmat, kadang air mata ikut menetes untuk ikut merasakan kenikmatannya. Namun, iman bisa turun kalau penjagaannya tidak optimal, karena gerusan kemaksiatan setiap hari pasti dijumpai karena kita tidak hidup sendiri. Tarik-menarik antara keimanan dan kemaksiatan terus akan terjadi.
Seperti pada penjelasan di atas iman naik karena ketaatan dan iman turun karena kemaksiatan. Pertanyaannya bagaimana membangunkan iman ketika sedang terbujur lemah?
Pakar motivasi mengatakan tips mendobrak kemalasan dan ketakutan dengan cara melakukan sebaliknya. Jika dia malas Shalat segera bangun Shalat maka rasa malas itu akan berangsur-angsur hilang.
Kita juga akan merasakan bagaimana kondisi jiwa ketika iman dalam kondisi turun. Hidup penuh dengan ketegangan, dada terasa sempit, penuh dengki, mata liar ke sana-kemari, pikiran kotor, kata-kata tidak terkontrol, ibadah terasa berat, penuh kekhawatiran terhadap dunia, takut kehilangan rezeki, dan sifat-sifat buruk lainnya.
Semakin banyak sifat dan perbuatan buruk dilakukan semakin deras luncuran iman itu menuju titik terendah. Sebaliknya semakin tinggi kuantitas dan kualitas ketaatan semakin cepat iman itu menanjak ke puncak.
Solusi Ketika Iman Turun.
Seperti penjelasan di atas ketika keimanan yang turun dapat melumpuhkan perbuatan baik dan menghilangkan produktivitas dalam kehidupan seseorang selama beribadah. Salah satu aspek indah dalam agama Islam adalah Allah dan Rasul-Nya telah menentukan tindakan bagi kita ketika mengalami lemahnya iman dan kesedihan yaitu obat berupa doa.
Baca Juga: 3 Kalimat Tammah Yang Di Ajarkan Maalaikat Jibril.
Salah seorang sahabat bernama Abu ad-Darda’ Uwaimir al-Anshaari ra. mengatakan “iman itu naik dan turun” jadi apabila seseorang mengalami lemahnya iman, sebenarnya itu adalah hal yang wajar namun, jangan terlalu larut dalam kelemahan tersebut. Kita harus selalu berlindung dari godaan setan dan terus memperbaikinya. Berikut ini adalah amalan doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. agar diberi keteguhan iman.
Dari Anas ra. berkata Baginda Rasulullah selalu memperbanyak doa ini “Yaa Muqollibal Quluub, Tsabbit Qalbii ‘alaa Diinik.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Al-Hakim).
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamu-Mu”
Selain memperbanyak doa, kita harus selalu beristighfar karena turunnya iman pasti ada penyebabnya. Mungkin secara sengaja atau tidak kita berbuat maksiat, dan perbuatan yang menghadirkan dosa. Oleh karena itu, meminta ampun ke Allah terlebih dahulu dengan mengucap istighfar. Kemudian berdzikir dan membaca al-Qur’an. Berdzikir adalah mengingat Allah, oleh sebab itu ketika iman sedang futur paksakan diri untuk terus melantunkan dzikir mengingat Allah. Dimulai dengan mengambil air wudhu, kemudian membaca al-Qur’an atau jika belum bisa, coba dengarkan murotal al-Qur’an.
Itu tadi beberapa cara menghadapi iman yang sedang lemah. Ketika memiliki iman, tak ada alasan bagi kita untuk cemas dan sedih. Orang beriman menjadikannya sebagai ladang pahala dengan bersabar. Jika dalam keadaan iman lemah, namun diri masih enggan untuk mendekat kepada-Nya, coba periksa kembali hubungan kita dengan Allah Swt.